Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Gadis Buruk Rupa

Si gadis buruk rupa yang tak mempunyai cermin. Merasa paling sempurna padahal ia renggang dari tutur sempurna. Hendak menjumpai pangeran, namun terhalang oleh penduduk desa dan para pengawal istana. Hendak bersanding dengan pangeran, namun tak sebanding dengan gadis-gadis pangeran. Si buruk rupa yang tak mempunyai cermin. Tak pernah paham bahwa pangeran sepantasnya bersama gadis bangsawan. Namun, tetap saja lengannya masih memenggal sepenggal harap tentang pangeran. Si buruk rupa menapaki jalanan menuju istana. Terus berjalan mencari pangeran tak sadar tiap langkah aku menapaki jalan juga duri jalanan. Bercura darah tetap saja aku hiraukan. Berharap menemukan pangeran setelah ini. Si buruk rupa yang membopong rindu. Aku membawakan rindu wahai pangeran. Rinduku yang menumpuk tentang pangeran. Maaf rinduku terlalu banyak. Maaf rinduku berantakan dan maaf rinduku selalu tentang pangeran. Si buruk rupa yang ingin menjadi bagian dari hidup dan mimpi pangeran. Biar aku menjadi toko...

Bunga Angin

03Desember2018 Berlari membelah jarak. Tiap inci jalanan mampu aku kikis. Tubuh seolah menyatu dengan bunga angin. Sinar mentari menyengat layaknya sengatan lebah, namun tetap aku nikmati. Tersandung aku tak goyah. Terjatuh aku bangkit. Kerikil menghalangi akan aku lampaui. Nafas tersengal. Detak jantung tak berirama. Jantungku seperti ingin lari lalu melompat keluar. Memicingkan mata menatap ke depan. Irisku menangkap sosok dirimu. Dirimu yang sedang bertumpu pada kaki menyendiri. Kembali lagi irama jantungku tak beraturan. Langkah memapah maju melangkah. Aku berjalan pelan menghampiri. Aku mendekat mengikis jarak kembali. Karena Cendrawasih merak emas dilepas. Kau merangkul gadis lain. Lalu aku dipukul oleh harapan. Semua lelahku mengguyur tubuh ini. Langkah terhenti. Mencoba menguatkan diri sendiri. Menghirup udara sebanyak-banyaknya. Menghilangkan rasa sesak di hati. Ingin rasanya aku berlari terhadap kenyataan yang terlalu menghunjam. Meneriaki semesta bahwa aku ...