Gadis Buruk Rupa
Si gadis buruk rupa yang tak mempunyai cermin. Merasa paling sempurna padahal ia renggang dari tutur sempurna. Hendak menjumpai pangeran, namun terhalang oleh penduduk desa dan para pengawal istana. Hendak bersanding dengan pangeran, namun tak sebanding dengan gadis-gadis pangeran. Si buruk rupa yang tak mempunyai cermin. Tak pernah paham bahwa pangeran sepantasnya bersama gadis bangsawan. Namun, tetap saja lengannya masih memenggal sepenggal harap tentang pangeran. Si buruk rupa menapaki jalanan menuju istana. Terus berjalan mencari pangeran tak sadar tiap langkah aku menapaki jalan juga duri jalanan. Bercura darah tetap saja aku hiraukan. Berharap menemukan pangeran setelah ini. Si buruk rupa yang membopong rindu. Aku membawakan rindu wahai pangeran. Rinduku yang menumpuk tentang pangeran. Maaf rinduku terlalu banyak. Maaf rinduku berantakan dan maaf rinduku selalu tentang pangeran. Si buruk rupa yang ingin menjadi bagian dari hidup dan mimpi pangeran. Biar aku menjadi toko...