Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Sebentar lagi

  2 Oktober 2020 Selama ini terlalu banyak diam. Pada hal yang remeh, namun menjadi tameng yang menjadi beban. Tak memiliki banyak farsa yang menjadikan alasan tak berkata. Satu dua tiga hal masih terwajarkan. Selebihnya mengapa selalu bertambah? Bertambah sebab selalu di maklumkan. Lalu apa sekarang? Tak ada jalan. Persimpangan hanya bayang-bayang.Terjebak pada lorong. Kemana lagi? Pintu keluar hanya di ujung sana. Mengarah kepada retasan dari segala diam. Cemas meragukan. Kalang kabut. Pergi atau bertahan. Pergi maka siap bersuara. Diam harus diam-diam meronta. Bagiamana selanjutnya? Pikiran tak ada di titik jernih. Tak ada asa tenang. Selalu berfikir bagaimana sekarang, nanti dan bagaimana hati.  Setiap saat dia mengangguk. Setiap saat dia tunduk. Dan Setiap saat dia menurut. Tidak ada hal yg perlu di ucapkan meski hati dia memberontak. Hal yang dia ucapkan hanya nada sendu baginya, tapi bukan bagi orang lain. Nada sumbang selalu terdengar. Remehan kata selalu berserak dian...

Hilang

25 Juli 2020 Di balik dinding hitam Ada sendi kebenaran Muslihat burung biru Padahal unjuk rasa sendu Tumpahnya belepotan Tak patut di tunjukkan Omongan hanya umpatan Hati mulai akrab dengan pengakuan Raga tak ada asa Nyali tidak jantan Jari tegar merapal Seperti ingin di pandang lekat Namun terkubur di titik gelap Segan menyikap Tangguh bukan jawaban Diam tidak becus Maka gelap memberi titik tenang Menangispun tak ada yang tahu Sedih dan marahpun tak ada yang paham Aku hanya dapat tenang Lalu hilang dengan ketidakpedulian Kamu

Di persimpangan

25 Juni 2020 Silih menggambil langkah Benar atau salah Kembali atau meninggalkan Tidak berpegang Bergerak berlawanan Memalingkan wajah Melepas genggaman Merangkul tak pandang wajah Mana tau cara apik semesta Renjana yang kau temui- di persimpangan hati Hanya api yang meletup sementara  Lalu padam saat sadar Sementara pulang menjadi racauan Jalan yang dulu tak pernah hilang Jalan pulang selalu memegang Meskipun raga saling memusnahkan Tak ada titik usai  Penjuru petualangan kita Hanya dendam pematik segalanya Usaha untuk padam Jalan untuk kita pulang

Terkurung

6 Juni 2020 Sebentar pagi, sebentar malam Hendak membenamkan Tapi menggali kembali Tak ada jawaban selain sangsi Sisi apa yang istimewa Sehinga penitikberatan terlalu hampa disudutku Sisi siapa yang terlalu cantik Hingga sandingku tak diakui Berdekapan dengan bayangan Bertatapan tanpa tabir Mata biuku Tak pandai membekukan Bayangan siapa Kau langsung mendekap Iris siapa Kau tak memandang lekat Hingga diam diujung tombak Mesti kemana lagi? Tak ada lorong lagi di bumi Aku terkurung dalam bui

Budak

4April2020 Ternyata masih disimpan Apa yang seharusnya hilang Masih terdekap Yang aku Kira tak bertahan Aku bisa apa Dengan sunyi yang telah berkawan Pasrah menjadi jawaban Serta tahu yang diam Tungku sudah ada bara Asap menggebu dengan antusias Tapi aku sang pelasi Takut tersudutkan api Jika aku berpijar Apa kamu sanggup paham? Dan jika kita yang tersulut Siapa yang menjadi pawang? Kalahku masih tentang "bagaimana kita" Angkat tangan tentang itu Terpulang Aku pada titikku Yang menjadi sang budak renjana