Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Bunga

Setelah kepergian itu, kau datang kembali dengan senyuman yang sama. Hangat yang seperti semula. Bahkan kau membawa harapan yang ingin kau semai denganku. Pipiku terasa panas ketika terlihat segenggam bunga yang kau bawa. Ya aku sangat mendambakan bunga itu.  Namun di masa sekarang. Ketika aku memutar kembali memori tersebut, pipiku terasa panas kembali. Namun, irisku jua terpenuhi bulir air. Rupanya pahit tetap aku telan. Kau memetik bunga itu bersama wanita lain. Kemudian kau memberinya kepadaku.  Lantas perasaan apa yang seharusnya aku letupkan sekarang, tuan?

Angka

Angka demi angka terlewat jua. Tanpa terasa kian menyusut wujudnya. Ku kira setiap kita melewatinya, kita semakin kuat. Terbukti kita semakin rusak.  Tekadmu ingin kita pulih. Namun tuan, aku di batas kemampuan. Tiap air mata mengguyur batinku. Tak terasa aku mulai mati oleh perasaanmu.  Jika tak sejauh ini mungkin persimpangan itu masih bisa kita lalui. Dan jika tak sejauh ini mungkin akan sedikit air mata yang menghujani.