Puaka cinta


Sekata dahulu kamu tetap sosok itu
Berdalih akan kamu beralih terbukti dengan aku yang menghisap jempol sendiri
Ternyata sumpah kamu tak akan mengulang tak pernah aku tangkap

Purnama berganti aku mengawasi
Titik penjelasan tak kunjung menyapa mengerti
Esok hingga warsa aku terus menonton tingkah langkah menampar iktikad hati
Sumbu cemburu terbakar oleh bara lagumu
Putus benang masih bisa aku sambung lagi

Kamu yang menjadi tumpuan
Tak ingin aku hancur oleh cabang kebusukan

Jika penghujung nadir sudah menjelma rasa lelah
Ancang-ancang aku siap menderas menarik diri
Mengasing bersama rencehan bayangan
Sosok sang puaka cinta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Angka

Ampas

Seekor Burung

Dalang dan Wayang Maharani

Racun

Gadis liar

Pemakan Bawang