Lebam
Bertutur namun membisu
Tak kala parau mencekik untuk diam
Aku tak sampai menggapai
Lenganku tak sanggup menggenggam
Lihatlah aku
Pandang aku yang lebam
Menyatu bersama kabut malam
Kemarilah meringkuk dihadapku
Bawa aku tenggelam pada irismu
Dekaplah tubuhku yang nyaris ambruk
Tak kala angin menyayat dengan sadar
Sodorkan pundak kokohmu
Akan aku sambut tanpa sungkan
Biarkan aku bersangga malam ini
Melampiaskan isak yang teguh
Merengkuh dalam dada
Sambutlah aku dalam rangkulan
Membiarkan jarak gugur dalam pelukan
Komentar
Posting Komentar